Kokohkan Ukhuwah, Wujudkan Kepedulian!

Kunci Pembuka Keran Rezeki

27 Nopember 2008 » Oase

Penulis : Uti Konsen U.M.

Klab Santri Peduli : “Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi, melainkan Allahlah yang akan memberi rezekinya.” (QS. Hud (11) : 6).

“Katakanlah : Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan dari bumi? Katakanlah : Allah.” (QS. Saba’ (34) : 24).

Ayat di atas merupakan salah salah satu janji pasti Allah bahwa semua makhluk hidup di dunia ini telah dijamin rezekinya. Dan segala yang ada di bumi ini, sengaja diciptakanNya untuk kepentingan manusia. Untuk membuka pintu rezeki itu, maka Allah SWT melalui RasulNya telah memberikan kunci pembukanya.

Pertama, gemar menolong kaum dhuafa. Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah kalian semua diberi pertolongan dan diberikan rezeki melainkan karena orang-orang lemah di antara kalian.” (HR. Bukhari).

Dalam satu hadits qudsi, Allah SWT berfirman, “Aku akan menolong hambaKu, selama ia menolong saudaranya.”

“Dengan cara menolong sesama, maka kita akan dicintai dan ditolong oleh Allah SWT. Sedangkan kehebatan manusia yang mendapatkan pertolongan dari Allah SWT adalah; ia akan senantiasa menang dalam persaingan hidup di dunia ini. Sebagaimana firmanNya, “Jika Allah menolong kamu, maka tak ada orang yang dapat mengalahkan kamu.” (QS. Ali Imran (3) : 160),” demikian antara lain ujar Bobby Herwibowo, Lc. dalam bukunya ‘The Power of Akhlak’.

Ada kisah menarik. Ketika sedang berjalan di tengah hutan, seorang pemuda miskin mendadak dikejutkan oleh suara teriakan minta tolong. Setelah didekati, suara itu ternyata berasal dari pemuda yang terperosok ke dalam lumpur hisap. Semakin banyak bergerak, semakin tertarik tubuhnya ke dalam. Tanpa pikir panjang, pemuda miskin tadi langsung memberikan pertolongan dengan sekuat tenaga. Setelah berhasil mengeluarkannya dari lumpur hisap, ia memapah pemuda itu hingga sampai di rumah. Di luar dugaan, pemuda yang ditolongnya itu ternyata anak bangsawan kaya yang punya rumah mewah. Singkat cerita, sebagai balas jasa, maka si pemuda miskin itu dibiayai kuliahnya oleh sang bangsawan tersebut. Sampai akhirnya ia berhasil meraih gelar dokter. Siapa pemuda miskin itu ? Dia adalah Fleming, ilmuwan yang terkenal karena menemukan penisilin. Tepatlah kata peribahasa ‘Siapa menabur, dia akan menuai‘ (buku The Balance Ways oleh M.K. Sutrisna Suryadilaga).

Kedua, senang menderma. Allah SWT berfirman, “Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, Allah akan menggantinya dan Dialah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya.” (QS. Saba’ (34) : 39).

Ibnu Katsir menafsirkan ayat ini, apa pun yang diinfakkan di dalam hal yang diridhai Allah SWT, maka Allah SWT pasti menggantinya di dunia dan memberi pahala di akhirat kelak. Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW bersabda, Allah SWT berfirman, “Wahai anak Adam, berinfaklah, karena sebab infak engkau akan mendapatkan nafkah!” (Hadits Muttafaq Alaihi).

Rasulullah SAW bercerita. Singkatnya, ada seorang petani yang sawahnya pada saat-saat yang tepat dituruni hujan, sehingga panennya selalu berhasil. Beda dengan para petani di sekitarnya, yang sering mengalami gagal panen. Ketika ditanya kiatnya, “Dari setiap hasil panenku, sepertiga saya sedekahkan, sepertiga untuk dimakan, dan sepertiga lagi untuk bibit.” (HR. Muslim).

Dalam sebuah hadits sahih riwayat Ibn Abiddunya, Rasulullah SAW bersabda, “Sedekah itu tidak akan menyebabkan sesuatu pada harta, kecuali hanya akan memperbanyaknya. Karena itu, bersedekahlah kamu sekalian, pasti Allah akan mencurahkan rahmatNya.”

Anda pernah mendengar hukum kekekalan energi dari Albert Einstein? Dalam hukum itu dikatakan bahwa energi yang dikeluarkan tidak akan habis atau hilang, tapi berubah bentuk. Secara lebih khusus, kita bisa mengartikan, apa yang kita berikan kepada orang lain pada hakikatnya tidak akan mengurangi total jumlah yang kita miliki,” demikian antara lain tutur M.K. Sutrisna Suryadilaga dalam bukunya The Balance Ways.

Ketiga, suka bersilaturrahim. Rasulullah SAW bersabda, “Ketahuilah orang yang ada hubungan nasab denganmu, engkau harus menyambung hubungan kekerabatan dengannya. Karena sesungguhnya silaturrahim itu akan menumbuhkan kecintaan dalam keluarga, memperbanyak harta, dan memperpanjang umur.” (HR. Ahmad).

Rasulullah SAW mendefinisikan orang yang bersilaturrahim dengan sabdanya, “Bukanlah bersilaturrahim orang yang membalas kunjungan atau pemberian, tetapi yang bersilaturrahim adalah yang menyambung apa yang telah putus.” (HR. Bukhari).

Ilmu komunikasi modern mengistilahkan silaturrahim dengan istilah membangun jaringan atau networking, khususnya antara sesama muslim, bahkan umumnya antara sesama manusia.

Keempat, bertawakal kepada Allah terhadap apa yang telah kita usahakan dalam mencari rezeki. Rasulullah SAW bersabda, “Seandainya kalian mau bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya, pasti Allah akan memberikan rezeki kepadamu sebagaimana burung yang diberi rezeki, pagi-pagi dia pergi dalam keadaan lapar dan kembali sore dalam keadaan kenyang.” (HR. Ahmad dan Turmuzi).

Dalam satu hadits yang diriwayatkan oleh Thabrani, Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa menghabiskan waktunya untuk Allah SWT, maka Allah akan memberikan kecukupan bekal kepadanya, dan memberinya rezeki dari arah yang tidak dia duga-duga. Dan barangsiapa menghabiskan waktunya untuk dunia, maka Allah akan menyerahkan dirinya kepadanya (dunia).”

Wallahu a’lam.

Sumber : www.pontianakpost.com

Sorry, comments for this entry are closed at this time.